Daya Tampung Siswa Baru Tingkat SMP di Tarakan Terbatas

TARAKAN, Penakaltara.com - Daya Tampung Siswa Baru Tingkat Sekolah Menengah Pertama( SMP ) Negeri khususnya di Kota Tarakan. masih menjadi masalah tersendiri di Kota Tarakan, dimana Peserta Didik atau Siswa Lulusan Sekolah Dasar ( SD) Negeri di Kota Tarakan lebih banyak lulusannya dari pada Daya Tampung Sekolah Menengah Pertama( SMP) Negeri di Tarakan. 

Hal ini disebabkan pembangunan sekolah lanjutan tingkat SMP  Negeri Di Kota Tarakan, terkendala masih defisitnya anggaran yang ada. Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tarakan, Ilham Noor kepada wartawan media ini di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

"Sesungguhnya masyarakat kalau tidak memilih, masih banyak sekolah- sekolah yang dikeluarkan yayasan baik SMP atau Tsanawiyah itu masih kosong. Maupun perguruan yang masih kosong menggunakan model boarding," katanya.

Ilham Noor mengatakan, data di kedinasannya mencatat ruang kelas di setiap sekolah negeri quotanya semakin sedikit, pasalnya keinginan masyarakat menyekolahkan anaknya di negeri terus meningkat.

Padahal, menurut Ilham Noor, kualitas sekolah swasta pun tak kalah dibanding negeri. 

"Kalau tahun ini karena berubah peraturan, daya tampung yang ada pada setiap sekolah negeri itu tidak bisa mengakomodir lulusan SD, itu tadi ruang rombel tidak bertambah. Ya macam- macam kalau di SMP itu, ada yang 10 kelas, 11 Kelas. Tergantung dari keluasan gedung yang ada, Seperti SMP 12" jelasnya.

Selain itu, Ilham Noor menambahkan masih adanya ketimpangan dalam daya tampung di tingkat SMP di sebabkan masih kurangnya anggaran untuk pembangunan gedung yang ada. Untuk penambahan gedung sekolah, dan bangunan baru untuk gedung baru. 

Selama inikan kita sudah menambah sekolah baru. 11 dan 12 artinya sudah bisa sedikit di antisipasi terhadap gejolak peserta didik yang cukup banyak.  Itu yang pertama, kedua adanya  kita berharap upaya- upaya yang lebih optimal dilakukan sekolah swasta. Adanya pemahaman dari pihak orang tua,  bahwa sekolah negeri dan swasta.  Pada akhirnya sama- sama kurikulumnya, pelaksanaan ujiannya sama.

"Tingkat mutunya silahkan  kita sama-sama bersaing, itu yang paling prinsip. Kita menambah rombongan belajar, harus?.hanya dengan kondisi defisit  gak berani bicara. Kita berharap ada penambahan sekolah  baru 2018, atau setidaknya kita bisa membuka sekolah pagi sore double sift," jelasnya. 

ADI KUSTANTO


TAG