Dua Terdakwa Ini Dihukum 8 Tahun karena Mengeroyok Korban hingga Meninggal

Terdaksa Andy Nasir dan Roland (peci putih)
BATAM, Terdakwa 1 Muhammad Andy Nasir Syaiful Budi alias Zharawi dan terdakwa 2. Roland Marcelino divonis dengan hukuman pidana penjara 8 tahun dalam perkara pengeroyokan korban Sri Wardana (meninggal dunia). Senin (22/1/2018).

Hakim Majelis yang diketuai Hera Polosia Destiny didampingi hakim anggota Iman Budi Putra Noor dan Redite Ikaseptina dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 170 ayat (2) Ke-3 KUHP, yaitu pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Atas putusan itu, terdakwa 1 menyatakan menerima putusan, sedangkan terdakwa 2, yakni Roland, yang didampingi Penasehat Hukumnya, Khairul Akbar, SH menyatakan banding.

Usai persidangan Khairul Akbar, SH, menerangkan,  Roland banding karena sesuai fakta persidangan kliennya tersebut terbukti tidak melakukan pengeroyokan terhadap korban.

" Sesuai fakta-fakta di persidangan ini, seluruh saksi-saksi yang dihadirkan jaksa menyatakan Roland tidak ada ikut mengeroyok terdakwa, termasuk terdakwa 1, juga menyatakan bahwa Roland tidak memukul korban. Saksi penyidik dari kepolisian saat dihadirkan ke persidangan yang menyatakan terdakwa 2 ikut memukul, selalu dibantah oleh klien saya. Saat di periksa Roland mengaku ikut mukul karena diintimidasi dan dipukuli polisi. Untuk itu kita di sini menyatakan banding. Hukuman 8 tahun itu tidak pas untuk klien saya Roland, karena dirinya memang tidak ikut mengeroyok korban," jelas Khairul Akbar, SH kepada sejumlah awak media.

Sebelumnya kedua terdakwa tersebut, dituntut oleh jaksa Romano, SH dengan hukuman 10 tahun penjara.

Dalam perkara pengeroyokan korban Sri Wardana di Ruko Niaga Jaya depan Indomaret Kelurahan Buliang  Kecamatan Batu Aji– Kota Batam, oleh 5 orang terdakwa, 2 terdakwa lainnya yakni, Muhammad Aldo (anak di bawah umur) dan Panca Juanda (anak di bawah umur) dalam sidang terpisah telah divonis dengan hukuman 7 tahun penjara. sedangkan tersangka lainnya yakni, Viktor hingga saat ini masih buron, Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polisi.

Red
TAG